Sabtu, 30 April 2011

Zat Khelat pada Eceng Gondok

 
Gambar II.2  Eceng Gondok yang hidup mengapung bebas di sungai

Kerajaan                   :   Plantae
Divisi                        :    Magnoliophyta
Kelas                        :    Liliopsida
Ordo                         :    Commelinales
Famili                       :    Pontederiaceae
Genus                       :    Eichhornia
Kunth Spesies          :   E. crassipe                                         
Eceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. (Hasim DEA, 2003)
 Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.              
Akar eceng gondok yang berfungsi sebagai organ penyerap dan penyalur unsur-unsur hara ke bagian yang lain. Sesuai  dengan fungsinya, maka akar akan banyak  menyerap unsur hara sehingga akumulasi logam akan lebih tinggi di akar dibandingkan dengan batang dan daun. (Mukti A.M, 2008)
Pada akar Eceng gondok dapat membentuk suatu zat khelat yaitu fitosidorof. Pengertian zat khelat menurut ASTM-A-380 adalah bahan kimia yang membentuk larutan (molekul komplek) dengan ion logam tertentu, menonaktifkan ion-ion sehingga ion-ion tersebut tidak dapat bereaksi secara normal dengan unsur-unsur lainnya. Contoh zat khelat sendiri yaitu Ethylenediaminetetraacetic acid, Citric acid, Penicillamine, Tetraphenylporphin, Phthalocyanine, Nitrilotriacetic acid,  dan Triethanolamine



 
Gambar II.3     Pengikatan Logam oleh Zat Khelat
Zat khelat ini kemudian akan mengikat logam dan membawanya ke dalam sel akar. Agar  penyerapan logam meningkat maka pada membrane akar terbentuk molekul reduktase. Dengan adanya pembentukan zat khelat dan molekul reduktase ini  akan mempermudah logam melintasi epidermis akar dan masuk kedalam sel-sel akar, sehingga  mengakibatkan logam yang terakumulasi juga  tinggi. Terjadinya akumulasi di akar juga  disebabkan karena di akar terjadi serapan ion  secara aktif, sehingga ion-ion logam tersebut  secara aktif terakumulasi di dalam epidermis. (Nda, 2002)
Unsur-unsur yang terdapat di air diserap oleh eceng gondok dalam bentuk kation dan anion pada ujung-ujung akarnya yaitu pada bulu-bulu akar yang jumlahnya sangat banyak. Jalannya penyerapan digerakan oleh energi kinetik yang berasal dari molekul-molekul yang berada dalam perairan yang konsentrasinya lebih tinggi (hipertonis). Pertukaran ion terjadi karena adanya penyerapan bulu-bulu akar terhadap unsur - unsur di perairan sehingga ion-ion di perairan terserap masuk dan ion-ion pada bulu akar terbawa keluar akibat perbedaan tekanan. (Prabaningrum N., Muharini A., 2008)
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar